Tuesday, September 1, 2009

Membina diri menjadi murabbi

Sungguh, menjadi murabbi yang sukses adalah impian setiap dai'e kerana seorang murabbi merupakan contoh dan tauladan kepada mutarabbi.

Maka, suka untuk saya kongsikan di laman ini apa yang dibaca bersama sahabat-sahabat..sama-sama kita berusaha menjadi murabbi yang baik untuk dik-adik/mutarabbi kita.InsyaAllah..

Here it is.

Menjadi orang yang shalih dan mushlih adalah buah yang kita harapkan dari proses pembinaan yang kita jalani. Shalih secara pribadi dan mengupayakan tumbuh kembangnya keshalihan pada orang lain merupakan teladan dari Rasulullah SAW dan para salafushshalih yang sepatutnya kita ikuti. Alhamdulillah, saat ini sangat banyak di antara kita yang mendapatkan kesempatan menjadi mentor atau murabbi baik di kampus maupun sekolah. Sesungguhnya yang kita inginkan bukanlah semata banyaknya jumlah adik mentor atau mutarabbi kita.
Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana agar kuantitas dan kualitas selalu merupakan fungsi yang bergradien positif. Atau menurut slogan seorang ikhwah,”Daripada berjuang bersama 20 orang tapi tidak berkualitas, lebih baik berjuang bersama 2000 orang yang berkualitas.”

Kunci utama peningkatan kualitas umat ini terletak di tangan para penyeru seruan Islam itu sendiri. Atau dalam konteks ini berarti penentu penjagaan dan peningkatan kualitas keshalihan para adik mentor/mutarabbi adalah para mentor/murabbi itu sendiri.

Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang mesti kita usahakan agar melekat pada diri para mentor/murabbi :
1.
Al-Fahmu As-syamil al-kamil, yaitu pemahaman yang sempurna dan menyeluruh terhadap dasar-dasar keislaman dan rambu-rambu petunjuknya, juga terhadap apa yaang akan didakwahkannya, karena seorang mentor/murabbi akan mentarbiyah seseorang yang memiliki akal, perasaan dan pemahaman, dan orang tersebut akan merefleksikan apa yang didengar dan diperhatikan dari sang mentor/murabbi, maka apabila seorang mentor/murabbi tidak memiliki level pengetahuan yang memadai dan wawasan pemahaman yang menyeluruh tentang dasar-dasar keislaman, maka hal itu akan memindahkan sebuah kebodohan kepada adik mentor/mutarabbinya, yang pada gilirannya akan menimbulkan masalah dalam pembentukan kepribadian muslim sang adik mentor/mutarabbi itu sendiri.

2.
Waqi’ ‘Amaly, yaitu keteladanan sang mentor/murabbi dengan amal perbuatannya yang secara real tampak jelas pada perilakunya, seperti geraknya, diamnya, bicaranya, atributnya, pandangannya dan ibrohnya, seluruh keteladanan itu adalah buah refleksi dari pengaruh keimanan dan pemahaman dalam kehidupan sang mentor/murabbi, dalam rangka memberikan pengaruh keteladanan yang baik (Qudwah shalihah) pada saat kemunculannya di tengah-tengah masyarakat.

Seorang ulama, Hasan Al-Banna mensifati murabbi dengan sebutan da’i mujahid, lebih jelasnya beliau menyebutkan bahwa da’i mujahid adalah : “Sosok seorang da’i yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, yang terus menerus berfikir, besar perhatiannya dan siap siaga selalu”. Begitulah seharusnya seorang mentor/murabbi, tercermin iman dan keyakinannya pada perilaku dan amalnya. Berdasarkan penelitian pada perjalanan kehidupan sang mentor/murabbi, bahwa pengaruh mereka terhadap banyak orang lebih banyak berasal dari perilaku dan akhlaknya yang istiqomah di setiap keadaan. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa “Manthiqal Af’al aqwa min manthiqil aqwal” ( Logika amal / perbuatan lebih kuat dari logika kata-kata). Dikatakan pula oleh ulama salafushashalih : “Man lam tuhadzdzibka ru’yatuhu fa’lam annahu ghairu Muhaadzdzab” (Barang siapa yang tidak mendidikmu ketika engkau melihatnya maka ketahuilah bahwa orang itu juga tidak terdidik).

Al-imam Syafi’i rahimahullohu berkata : “Man wa’adzho akhohu bifi’lihi kaana Haadiyan” (Barang siapa yang menasehati seudaranya dengan amal perbuatannya maka berarti ia telah menunjukinya”. Oleh karena itu keteladanan adalah fokus yang sangat sensitif dan halus, karena apa yang tampak pada dirinya jauh lebih besar pengaruhnya dari apa yang diucapkannya (Al-Mandzhor a’dzhomu ta’tsiran minal qoul).

3. Al-khibroh binnufus, yaitu berpengalaman dalam memahami aspek kejiwaan, karena sesungguhnya lapangan kerja seorang mentor/murabbi tidak lain adalah kejiwaan, bergumul dengannya dan menjadikannya sasaran yang pertama dan terakhir dalam proses tarbiyah, sedangkan jiwa tidak seperti gigi sisir, akan tetapi jiwa orang berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang lemah, ada yang kuat, ada yang peka dan over sensitif. Ada yang lembut , ada yang keras,bebal dan sebagainya.

Oleh karena itu seorang mentor/murabbi hendaknya menyikapi seseorang sesuai dengan kejiwaannya dan berhati-hati dalam berinteraksi dengannya, maka jangan bersikap terlalu tegas dan keras kepada orang yang jiwanya halus dan peka, melainkan harus dihadapi dengan lemah lembut , sebaliknya orang yang jiwanya keras harus dihadapi dengan ketegasan jika ia lalai dan menyimpang. Adalah Rosululloh SAW sosok murabbi pertama yang berpengalaman dalam ilmu jiwa, beliau tidak mempergauli para sahabatnya dengan sikap yang sama antara yang satu dan lainnya, karena beliau sangat tahu akan tabiat manusia dan kejiwaan mereka. Dalam hadits riwayat Bukhari dari Abdulloh ibnu mas’ud RA. Beliau bersabda : “Adalah Rosululloh SAW pernah beberapa hari lamanya tidak memberikan nasehat dan wejangan kepada kami, karena beliau takut kami menjadi bosan” (Al-Hadits)

Berkaitan dengan Al-khibroh binnufus, banyak contoh keteladanan dari murabbi zaman ini, diantara mereka adalah Hasan al-Banna, di mana telah terjadi dialog antara beliau dengan salah seorang ikhwah, Ikhwah tersebut berkata : “Sesungguhnya ana lagi banyak muskilah dan banyak yang ingin ana adukan kepada Antum, masalah yang ana hadapi ada yang bersifat umum dan ada yang khusus”, maka kata Hasan Al-Banna : “Sudahlah jangan bebani diri Antum dengan masalah itu, serahkan urusan Antum kepada Alloh”, “Tapi, ana ingin Antum tahu”, sergah Akh tersebut, “Sesungguhnya ana sudah tahu” kata Al Banna seraya meyakinkan Akh tersebut, “Jadi ana bahagia kalau antum mau tahu” balas akh tersebut.

Akan tetapi belum sempat ana memulai curhat, beliau sudah mendahuluiku dengan rentetan musykilah dan keluhan yang dialaminya sendiri, bahkan yang mengherankan apa yang diutarakannya sama dengan apa yang ana rasakan . setelah beliau selesai berbicara, maka ana pun berkata kepadanya : “Ya ustadz….. demi Alloh sungguh ana sangat bahagia, dan ana tidak akan mengeluh lagi”, ana mengatakan semua itu sambil terisak dan bercucuran air mata”.

(Tawazun)

Monday, August 10, 2009

Bicara seorang hamba

Bismillahirrahmanirrahim...

Semoga pengunjung blog ini dan sahabat-sahabat berada dalam keadaan yang sihat sejahtera, doa saya agar kalian tabah menghadapi sebarang ujian yang hadir dalam setiap genap ruang kehidupan.Benar, ujian itu datang dalam pelbagai bentuk dan cara.Hadapilah dengan penuh hikmah dan sabar. Sebenarnya, banyak perkara yang ingin dikongsikan bersama.Alhamdulillah, banyak input yang saya peroleh dan ingin sekali dikongsikan di ruangan ini, namun baru kini punya masa berkualiti untuk berkongsi.

Dengan izinNya saya berpeluang menyertai muktamar ABIM pada 1 Ogos 2009 yang lalu, dan bersempena dengan muktamar tersebut diadakan Seminar Tajdid Generasi & Gerakan Dakwah:Menangani Kemelut Sosio-Politik Ummah menerusi Manhaj Ilmiyyah Ruhaniyyah di samping Debat Perdana oleh Syeikh Fuad Kamaluddin Al-Maliki(orang negori tau..huhu). Untuk seminar tersebut saya hanya berpeluang menyertainya selepas waktu Zuhur memandangkan pada paginya membantu sahabat menjadi fasilitator untuk program Rehlah IKRAK. Ada hikmahnya mengapa Allah meletakkan saya di sana pada sebelah paginya..huhu.

Selesai sahaja rehlah bersama mereka di Bukit Cerakah, saya ke UNISEL untuk mengikuti seminar tetapi sewaktu itu sudah pun habis sesi pertama.Melihatkan pada tajuk seminar barangkali ada yang menganggapnya hanya mengenai politik bukan???Sememangnya saya tidak minat politik tetapi perlu juga untuk mengambil tahu keadaan politik semasa.Slot kedua selepas Zuhur ini menyaksikan barisan panel yang sangat saya kagumi, Al-Fadhil Ustaz Uthman El-Muhammady dan Ustaz Fahmi Zam Zam. Rasa gembira dapat bertemu secara face-to-face dengan mereka. Orang-orang yang berilmu dan mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam bidang dakwah.Lalu di tepi mereka sahaja sudah terasa lain.Gaya mereka yang sememangnya gaya seorang ulama, cukup tawadhuk dalam setiap tindak tanduk dan tutur kata.

Ustaz Uthman, menekankan mengenai kehidupan kerohanian yang merupakan paksi dalam hidup kita dan beliau mengingatkan kita supaya mengingati Pencipta kita sekurang-kurangnya 10 kali sehari.Kehidupan rohaniah wajib hadir dalam hidup seseorang yang bergelar Muslim dan pengharapan dan rasa malu itu perlu sentiasa ada terhadap Allah s.w.t.Kertas kerjanya ada diberi semasa seminar, sahabat-sahabat yang menginginkannya boleh terus berhubung dengan saya.Kalian boleh membacanya nanti.

Ustaz Fahmi Zam Zam pula menyentuh soal pembinaan asas kerohanian ummat dengan menegaskan bahawa keselamatan umat bergantung pada kekuatan rohaniah ummat itu sendiri. Benar, andai hidup ini kosong daripada amalan-amalan kerohanian, jiwa akan mati dan kekuatan untuk menghadapi hidup akan pudar dan seterusnya hilang, lantas membawa kepada perbuatan yang bertentangan dengan syarak. Beliau ada menyatakan bahawa pekerjaan anbia dan mursalin yang perlu dilaksanakan ada empat aiatu:

1)ta'alim
2)tazkiyah (sempurnakan keseluruhannya dan juga sebagai pembentukan peribadi)
3)tilawah
4)ta'alim wal hikmah

Menurutnya, manusia apabila dibiarkan akan bergelumang dengan nafsu dan manusia itu sendiri boleh diproses menjadi 'adilan 'alima. Manusia terdiri daripada 2 unsur ya'ni unsur rohani dan jasmani. Kesihatan jasmaniah adalah penting namun apa yang paling penting adalah kesihatan rohaniah. Setiap kali matahari terbit, setiap kali itu kita bangun tetapi belum tentu insaniah kita terjaga.Di sini kekuatan rohaniah memainkan peranan yang sangat besar dalam kehidupan kita sebagai dai'e.

Menurutnya lagi iman bisa mencapai tahap yakin iaitu merupakan martabat tinggi.Sebagai contoh seseorang yang nampak bayangan syurga dan neraka, lantas senantiasa mengawal tindak tanduk agar nafsu dan emosi tidak mendominsasi dan ini dikatakan imannya mencapai tahap yakin.Begitu juga bagi insan yang beribadat di Masjid Nabawi dan membayangkan syurga di sebaliknya.

Beliau juga ada menekankan mengenai kepentingan zikrullah dan betapa zikrullah memberi penangan yang hebat terhadap kehidupan insan. Dengan sikrullah kita bisa menjadi insan yang cemerlang!

"Golongan lelaki dan wanita yang banyak berzikir kepada Allah, Allah janjikan bagi mereka keampunan serta ganjaran yang besar"

(Al-Ahzab:35)

Pada malam harinya, selesai sahaja membantu anak-anak ABIM untuk tasmi' bacaannya saya ke masjid Negeri Shah Alam untuk mengikuti Pidato Perdana Syeikh Fuad mengenai Aspirasi Kebangkitan Generasi Salahuddin Al-Ayubi.Agak terlambat ke sana kerana leka sebentar dengan adik-adik ini..huhu.Alhamdulillah, semasa sampai Qasidah didendangkan menandakan belum bermula lagi pengisian oleh Syeikh Fuad.Seperti kenal dengan bait-bait Qasidah yang didendangkan dan teringat pula Maahad Sofa..huhu.

Syeikh Fuad menyatakan bahawa Salahuddin Al-Ayubi merupakan seorang kaki botol, dan akhirnya menjadi seorang yang begitu hebat dalam sejarah Islam. Pokok pangkalnya jangan lupa untuk mndapatkan dan membaca buku Generasi Salahuddin Al-Ayubbi.Rasanya tidak perlu saya ulang kisah Salahuddin Al-Ayubi cukup sekadar mengajak sahabat-sahabat untuk mencontohi beliau, dalam proses membina generasi Salahuddin Al-Ayubi, mahu tidak mahu kita perlu membaiki diri sendiri dahulu sebelum membentuk generasi Salahuddin Al-Ayubbi.Sedih melihat anak-anak muda yang kian rosak akhlaknya, marilah sahabat-sahabat kita dekati mereka, mereka perlukan kita semua!

Ingat lagi kata -kata Ustaz Fahmi bahawa tidak pernah pun seorang pemimpin yang pernah berkata bahawa dia ingin memberishkan akidah rakyat kepada aqidah yang sahih.Salahuddin Al-Ayubi seorang yang berjiwa rakyat dan sentiasa mengajak kepada Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah. Pemimpin sekarang lebih kepada keadaan senang lenang daripada merasai kesusahan rakyat, yang sebalinya alhamdulillah. Seorang pemimpin tidak sepatutnya lebih berasa senang daripada rakyat. Sesungguhnya besar sekali tanggungjawab mereka.Rasulullah s.a.w sanggup berlapar demi ummat, sanggup hidup susah demi ummat kerana baginda Rasulullah tahu nikmat yang tidak terkira itu ada di syurga. Tidak pernah sekali Rasulullah ingin menjamah makanan yang sedap-sedap.Astargfirullah hal azim.Banyak sungguh dosa ummatmu ini Ya Rasulullah!

Dan keesokan harinya, muktamar berlangsung.Sungguh, ini merupakan kehadiran saya yang pertama ke Muktamar ABIM.Banyak input yang saya peroleh dan tidak lupa juga punya kesempatan berjumpa dengan senior-senior ABIM dan PKPIM.Tidak sekali merasa sesal mengorbankan hujung minggu yang sepatutnya pada perancangan awal ingin menghabiskan ulangkaji, dan saya pulang dengan ilmu di dada.Alhamdulillah.Moga perjalanan saya ke sana pada hari tersebut diredhai Allah s.w.t.Terima kasih pada Abg Mahadi dan Kak Noni yang sudi menumpangkan saya dan sahabat-sahabat ke Shah Alam dan tidak lupa juga untuk anak-anak mereka yang sungguh comel dan menceriakan keadaan.Seronok melihat gelagat anak-anak mereka dan juga sepasang suami isteri yang masih berada dalam arus perjuangan Islam.Moga kalian berdua terus istiqamah!!!Biar sedikit tetapi kita terus istiqamah.Itulah sebaik-baik amalan.


Allahu'alam.



Friday, August 7, 2009

Mereka...

Alhamdulillah wa syukurillah...

Jangan pernah jemu mengucap kalimah Alhamdulillah, andai jemu atau tidak pernah langsung kalimah itu terlintas dahulu selain perkataan-perkataan "yes" atau apa sahaja, tanya diri kembali adakah kita tergolong dalam golongan yang sentiasa mensyukuri nikmat pemberian Ilahi, hatta sekecil-kecil benda yang kita peroleh di dunia yang sementara ini. Dalam Al-Quran telah pun tercatat bahawa kita jarang sekali bersyukur, ayuh sahabat-sahabat, perbanyakkan syukur kerana nikmatnya tidak terkira, nikmat punya ayah dan ibu di depan mata, adik-adik, sahabat-sahabat dan pelbagai lagi nikmat besar yang tidak bisa untuk kita senaraikan di ruangan ini.Subhanallah...

Alhamdulillah, kini saya berada di rumah setelah Kuliyyah of Science tutup sehingga hari Khamis minggu hadapan. Erm, mungkin ada hikmahnya. Kebetulan, ada dua kuiz menanti minggu hadapan dan pada masa yang sama cuti telah diumukan dek kerana H1N1. Nampak gaya banyak lagi perkara akan tertangguh dan kelas-kelas yang harus diganti. Di saat menunggu Pak Teh mengambil saya untuk ke Terminal pagi tadi, saya teringkatkan sahabat-sahabat yang dikuarantin di UIA, sedih, pilu dan bermacam-macam lagi perasaan bercampur baur. Satu persatu meninggalkan kampus dan mereka bertungkus lumus melawan penyakit yang mendatang, semua ini ujian dari Ilahi, sejauh mana hamba-hambaNya bersabar.

Ya Allah, kau bantulah mereka yang sedang menderita kesakitan agar tabah menghadapi ujian kecilMu ini Ya Allah..bantulah mereka Ya Allah..Kuatkan mereka Ya Allah...

Hanya doa yang dapat saya kirimkan pada mereka. Semalam, usai sahaja ifthor bersama sahabat-sahabat, kami berjemaah Maghrib bersama di Musolla CF Brother memandangkan Musollah CF sister sudah pun ditutup untuk dijadikan tempat kuarantin. Tidak lama kemudian, imam memberitahu bahawa musolla akan ditutup selepas isyak disebabkan tujuan yang sama. Saat mendengar berita ini, hati bertambah pilu, masakan mereka ingin menempatkan mereka di situ. Moga Allah kurniakan mereka ketabahan. Pagi tadi ada ternampak beberapa biji tilam di dalam Musolla, sekali lagi hati ini sayu...

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, pelbagai gelagat manusia saya perhatikan. Sedih melihat anak-anak muda perempaun yang berpakaian seperti tidak cukup kain, sungguh ramai sekali, ini baru sedikit belum lagi di tempat-tempat lain. Ingin ditegur secara berhikmah tetapi diri pada waktu itu agak lemah.

Cukuplah kematian sebagai pengajaran buat kita. Satu hari kita bakal menyusuli insan-insan lain. Masa, tempat dan caranya sahaja tidak kita ketahui. Wahai diri, jangan tahu bercakap sahaja, laksanakan setiap apa yang kau katakan, di akhirat nanti hanya amalan yang akan menjawab!!!

Saturday, July 25, 2009

Tunggu dulu

“Dik, akak teringin pakai tudung labuh macam adik”

“Tapi entah bila…”

“Tak semestinya akak kena pakai tudung labuh, yang penting menutupi dada”

“Ha’ah la dik, tengokla skang ni seksi akak kan”…

Ini merupakan sedikit perbualan antara saya dan kak aida sepanjang perjalanan kami ke Seremban. Saya sempat mengambil nombor telefonnya dengan niat untuk menerangkan kepadanya dengan lebih lanjut mengenai permasalahan-permasalahan yang kami bincangkan semasa di dalam bas. Saya memulakan perbualan dengannya, dia nampak seperti teragak-agak, namun akhirnya kami menjadi lebih mesra setelah berbual banyak perkara.

Dia menyatakan hasratnya untuk bertudung labuh, namun saya sempat menerangkan kepadanya bahawa bertudung labuh tidak semestinya perlu terlalu labuh, asalkan menutup dada seperti firman Allah di dalam surah An-Nur ayat 31:

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumurnya (tudung) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau hamba abdi yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”

Dia sendiri mengaku bahawa, bajunya terlalu seksi dan dia pernah disindir banyak kali oleh anak saudaranya kerana bajunya kecil seperti baju adik.Saya hanya tergelak apabila dia bercerita mengenai perkara tersebut. Saya memberitahunya bahawa dia tidak sepatutnya bertangguh andai mahu berubah ke arah yang lebih baik kerana kita tidak tahu bila ajal kita, dia hanya mengiakan dan mengatakan bahawa dia sendiri tidak tahu bila dia akan berubah. Saya sempat berseloroh dengan mengatakan mungkin selepas kahwin dia akan berubah, memandangkan dia bakal berkahwin tidak lama lagi.InsyaAllah.

Teringat pula diri sewaktu Program RAFEST di pusat asasi dahulu. Ditakdirkan Allah, PERKIM mengadakan “Aurah Campaign”. Saya, kak ira dan Anip ditugaskan untuk membuat video mengenai aurat, dan kami telah ke keluar untuk membuat shooting. Video tersebut memaparkan seorang pelajar perempuan UIA (bukan orang sebenar) yang ke pusat membeli belah dengan berbaju kurung kemudian menukar pakaiannya sebaik sahaja sampai di pusat membeli-belah. Semasa pameran, ada seorang sister yang berasa terkejut apabila mengetahui cara bertudung yang sepatutnya selepas saya menunjukkan dalil-dalil daripada Al-Quran. Alhamdulillah syukur.

Kesimpulannya, kita perlu mencari ilmu dan bukannya menunggu ilmu datang bergolek begitu sahaja lebih-lebih lagi di dalam soal agama. Inilah realiti, masih ada yang tidak tahu cara pemakaian tudung yang sebenar dan tidak kurang juga ada yang buat tidak tahu. Bagi mereka yang berangan-angan ingin memakai tudung labuh, silakan dengan niat yang baik itu, Cuma nasihat dari saya biarlah kita bertudung atau dengan lebih tepat lagi menutup aurat kerana Allah dan bukan kerana sesiapa. Allah tidak memandang hambaNya dengan paras rupa atau harta tetapi pada hati kita. Baik dalaman kita, insyaAllah luaran juga akan baik. Sebagai muslimah, adab dan kelakuan harus dijaga setiap masa dan yang paling penting kita perlu sama-sama bantu sahabat-sahabat kita yang tidak tahu dalam soal aurat ini. Walaupun mereka belajar di sebuah univesiti Islam, namun hakikatnya masih ada yang tidak tahu.Sedih bukan? Tanggungjawab tergalas di bahu insan yang sudah mengerti, jadi tunggu apa lagi?

Berhenti berkelompok dan cuba merapati dan menyelami hati muslimah yang tidak sefikrah dengan kita. Sedih juga apabila melihat kawan-kawan kita di luar sana terutamanya yang perempuan, yang menepati sabda Rasulullah s.a.w:

“Akan terdapat pada akhir-akhir umatku (kaum wanita) yang berpakaian menutup badan dan telanjang (yang berpakaian nipis atau membayangkan kulit badan/bentuknya), atas kepala mereka, laknatilah mereka sesungguhnya mereka golongan yang terlaknat"

Sememangnya perempuan begitu senang untuk memasuki syurga atau neraka. Taat pada suami, ibu bapa, Allah dan Rasul dan menjaga puasanya, insyaAllah syurga tempatnya. Indah bukan?Bagi isteri-isteri redha suamilah yang didambakan.Bagi yang belum berkahwin taatilah Allah dan Rasul, ibu bapa dan tidak lupa untuk menjaga amalan-amalan seharian kita.

Buat kawan-kawan yang masih merasakan cara anda berpakaian masih tidak betul, rujuklah pada sahabat-sahabat atau ustazah atau sesiapa jua yang dapat membantu anda. Masih punya masa untuk melakukan perubahan, Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hambaNya, kerap kali hamba melakukan dosa, kerap itu juga Dia mengampunkan. Sayang sungguh Allah pada hamba-hambaNya!

“Ketika kami bersama ‘Aishah r.a., kami menyebut-nyebut tentang kelebihan-kelebihan wanita Quraisy, lalu ‘Aishah menyampuk: “Memang benar wanita Quraisy ada kelebihan, tetapi demi Allah sesungguhnya aku tidak pernah melihat wanita yang lebih baik daripada wanita Ansar dari segi kuatnya iman dan pegangan mereka terhadap kitab Allah. Apabila Allah turunkan ayat (yang bermaksud) “…dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka…”, serta-merta suami-suami mereka balik dan membacakan kepada mereka apa yang Allah turunkan kepada mereka, anak perempuan mereka, saudara perempuan mereka dan semua kaum kerabat mereka, sehingga tiada seorang perempuan pun daripada mereka melainkan bergegas mencari apa saja kain yang ada di sekeliling mereka lalu bertudung dengannya sebagai membenarkan dan membuktikan iman kepada apa yang Allah turunkan, maka jadilah mereka wanita-wanita yang bertudung bersama Rasulullah saw, seperti sekumpulan gagak hitam berada atas kepala mereka.”

(Mukhtasar Tafsir Ibn Kathir)


Wednesday, July 22, 2009

Dari hati ke hati

Alhamdulillah wa syukurillah,

Masih lagi dikurniakan nikmat iman, Islam dan pancaindera yang sempurna dalam meniti kehidupan sebagai seorang hamba dan khalifah di muka BumiNya.Nikmat terbesar adalah dapat bertemu dengan Sang Pencipta.Bisakah?Semuanya bergantung pada amalan kita yang sudah tentu perlu disulami dengan keikhlasan dan tidak lupa juga rahmat dari Allah s.w.t kerana tanpa rahmat dariNya kita laksana rumah yang terbiar tanpa penjaga.Erm, nampaknya sudah seminggu lebih semester baru ini berlalu dan kesempatan untuk mengemaskini blog saya cuba untuk mencari sebaik mungkin. Memandangkan petang ini tidak ada sesi Lab bagi section saya, jadi terfikir untuk mengemaskini blog.

Sedikit perkongsian sepanjang semester baru yang telah pun berlalu hampir seminggu lebih, tetapi kenapa saya rasa macam sudah lama?huhu…Pada minggu yang pertama kelas tidak begitu penuh memandangkan kelas seperti Leadership dan sesi Laboratory masih belum bermula sepenuhnya, jadi ada jugalah masa terluang yang tidak saya sia-siakan begitu sahaja.Pensyarah-pensyarah pada semester ini kesemuanya adalah lelaki dan seorang sahaja perempuan iaitu pensyarah bagi subjek Systemic Anatomy II, Sister Zaitun. Untuk pengetahuan semua, Sister Zaitun menyudahkan Masternya di Australia selama 10 bulan sahaja, masih muda lagi dan kami pelajar-pelajarnya bagaikan adik dan interaksi dengannya menjadi sangat mudah.Sememangnya kelasnya sungguh attractive dan para pelajar menumpukan sepenuh perhatian berbanding kelas-kelas yang lain. Siapa la yang tak fokus tu???
Pada pendapat saya sendiri, tidak kisah bagaimana guru mengajar asalkan niat kita ikhlas ingin menuntut ilmu. Sebagai seorang mahasiswa, kita perlu membiasakan diri agar tidak selalu “disuap” seperti budak-budak kecil yang masih menuntut di sekolah rendah. Syukur sudah ada course outline yang diberi dan buku-buku rujukan, tinggal lagi usaha kita untuk mencari selebihnya. Agak mahal buku-bukunya, tetapi saya tidak kisah semua itu kerana semua itu adalah ilmu, nanti cucu tengok nenek dia belajar apa dulu..huhuh. Biarpun ada yang mengeluh, namun mendidik diri agar menerima guru seadanya sangat penting dan keberkatan ilmu itu yang kita dambakan. Tidak mahu tidak, kita perlu untuk memotivasi diri sebelum ke kelas dan niatkan segalanya kerana Allah. Bukan kerana orang lain atau perkara-perkara lain.Proses ta’dib (pendidikan) itu sebenarnya bermula daripada diri kita sendiri, guru hanyalah pemudah cara sahaja? Betul tak?

Teringat pula saya kuliah di SRI ABIM malam semalam. Ustaz Shafei mengatakan bahawa orang sekarang terlalu mengejar kerjaya dalam hidup hingga tidak begitu mementingkan soal amalan. Cuba kita lihat, dalam seharian berapa banyak amalan-amalan kita yang cenderung pada dunia???Tepuk dada tanyalah iman kita.Begitu yakin hidupnya masih lagi lama. Walhal mati itu bila-bila masa sahaja bakal menjelma. Kadang-kadang kita terlalu asyik dalam menuntut ilmu dunia sehingga ilmu akhirat dipandang sebelah mata sahaja. Nauzubillah min zalik. Moga Allah pelihara diri saya agar terus istiqamah dalam amalan-amalan seharian. Bimbang suatu hari nanti kita diuji dan kalah dengan ujian tersebut. Sebab itulah, doa menjadi senjata bagi orang mukmin. Kita ada Allah untuk mengadu, seboleh-bolehnya kita cuba untuk menangisi setiap dosa yang dilakukan, hatta dosa-dosa yang kecil juga kita perlu melakukan sedemikian. Tidak mahu solat kita hanya ada perasaan yang biasa tanpa ada perasaan takut akan Allah s.w.t yang menciptakan kita. Sama-sama kita cuba kerana amalan kita sahajalah yang akan kita jadikan bekalan di akhirat nanti.

Sabda Rasulullah s.a.w:

“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka (di akhirat) ialah mata yang menangis kerana takutkan Allah dan mata yang celik sepanjang malam kerana menjaga (musuh) di dalam perang fi sabilillah.”

Dalam kita sibuk belajar ilmu dunia ini, jangan kita lupa saudara seakidah kita yang bermatian-matian berjihad demi agama Allah. Jihad kita sangat berbeza dengan mereka. Doakan mereka selalu agar dikurniakan semangat jihad yang tinggi dan semoga Allah membantu perjuangan mereka. Buat sahabat-sahabat, teruskan gerak kerja dakwah kita tanpa kita abaikan pelajaran kerana dengan ilmu kita mampu merubah dunia, insyaAllah. Dalam konteks kita membantu ummat Islam terutamanya. Yakinlah, Allah sentiasa bersama dengan kita andai kita selalu mengingatiNya di saat susah dan senang. Hidup ini sudah tentu memerlukan pengorbanan. Semoga berjaya di lapangan dakwah dan pelajaran. Saya selalu mendoakan agar kita sama-sama diberi ketabahan, walaupun kadang-kadang kita berasa kurang yakin namun itu semua hanyalah hasutan syaitan yang tiada henti.
Allahu'alam

Thursday, July 9, 2009

Saat itu akan tiba..InsyaAllah

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah, baru selesai menaip amanat untuk adik-adik di rumah, atau lebih tepat lagi untuk keluarga di rumah.Banyak perkara yang saya luahkan, tinggal lagi untuk print dan beri pada "ketua" (Wais baca tau..huhu) untuk dibaca sewaktu saya telah pun berada di Kuantan..Sahabat-sahabat, doakan saya selamat sampai Kuantan dan mak selamat pulang kembali ke rumah.Sudah semestinya saya akan merindui saat-saat bersama mak, abah dan adik-adik semua.

Pejam celik pejam celik Isnin ini bermulanya semester baru dan saya pula bakal melangkah ke Tahun Kedua Pengajian di Bumi UIA Kuantan. Kerja-kerja menambah subjek telah selesai.Alhamdulillah, dapat juga addsubjek akhirnya.Sekejap benar masa berlalu, ye sudah tentu sekejap. Di akhir zaman ini, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sehari.Saya rindu nak ke kelas, belajar, program di Kuantan, usrah bersama-sama sahabat, sibuk dengan assignment dan pelbagai lagi yang sebenarnya tengah menunggu diri ini.Bertuah pada sesiapa yang belajar di sini, inginkan majlis ilmu semua ada, ilmu dunia akhirat semua ada di sini dengan persekitaran islamik, kalau masih mengeluh tanya diri kembali, apa yang kita inginkan sebenarnya?Dunia?Akhirat?Atau kedua-duanya?

Esok pagi selepas Subuh bakal bertolak ke Kuantan dari Seremban, sengaja keluar awal supaya mak tidaklah penat sangat nanti pulang lewat kerana keesokan paginya mak dan abah akan
menghantar adik ke Perak pula.Selamat tinggal Nur, mungkin di sana adalah tempat terbaik yang telah diaturkanNya, agar dapat bersama-sama dengan yang lain untuk membawa Islam di tempat yang cabarannya lebih besar daripada Bumi UIA ini.Kuatkan semangat ye Nur, I'll always pray for you my dear.Sedih memang sedih dia tidak bersama-sama di Kuantan, huhu, tapi saya relakan juga akhirnya.Isk nak buat drama pula ye.Teruskan perjuangan di sana untuk adik tercinta.

Blog ini mungkin akan dikemaskini sehingga entri ini sahaja dan aka
n kembali "berasap" apabila naik semester nanti.InsyaAllah.Doakan saya ya.Syukran=)

Rindu mereka.....
Mom is not in the picture, she's in my heart=)

Saturday, July 4, 2009

Kita semua tahu..tapi???

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)


Dahulu semasa berada di Tingkatan Lima, saya suka benar membaca buku mengenai Kiamat, saya meminjam buku mengenai Kiamat yang berwarna kuning, masih segar di ingatan. Buku setebal buku rujukan Biochemistry itu saya pinjam di perpustakaan sekolah.Sungguh, setiap kali membayangkan apa yang akan terjadi, perasaan gerun dan pelbagai lagi perasaan menyelubungi diri.Sebentar tadi, baru sahaja menerima berita pemergian nenek seorang sahabat ke pangkuan Ilahi.Sebelum ini juga ada menerima berita kematian ramai orang.Sahabat, jika dilihatkan tanda-tanda kiamat kecil itu telah berlaku dan ada yang belum berlaku, dan ini semua merupakan amaran daripada Sang Pencipta agar manusia tidak terus menerus hanyut dengan arus duniawi dan segera bertaubat, namun masih ada yang mengambil mudah. Astargfirullahalazim, moga kita dijauhkan dari menjadi orang sebegini.

Tanda-tanda besar masih belum muncul, dan tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Banyak sungguh dosa dan malaikat maut bila-bila masa kan datang mencabut nyawa ini.Semoga saya tidak leka dengan dunia ini, kerana kita sedia maklum dunia ini hanyalah persinggahan untuk mengumpul bekalan di sana nanti.Amalan di dunia bukan hanya kerana kita inginkan kebahagiaan di sana, tetapi juga kita mahukan keredhaan dariNya.Rahmat dari Yang Esa adalah apa yang kita impikan bukan...


Sedikit perkongsian buat sahabat-sahabat yang disayangi keranaNya...

Tanda kiamat dibedakan menjadi 2 diantaranya :

  1. Tanda Kiamat sughra

  1. Tanda Kiamat kubra

a. Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hariKiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)

3. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman

“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

12. Merebaknya perzinahan

13. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)

14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)

15. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)

b. Tanda-Tanda Kiamat Besar

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.

Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya:

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)

Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :

  1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
  2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
  3. Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
  4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.